Seperti dikutip AFP, Selasa (16/12/2008) berdasarkan keterangan petugas Maritim Kenya Andrew Mwangura, belum jelas benar apakah para bajak laut itu merupakan kelompok dari Somalia.
Namun dipastikan bila kapal itu milik perusahaan minyak Prancis Total SA. Dan ada awak kapal asal Indonesia serta dari negara lainnya yang belum jelas asal negaranya.
"Kami belum tahu berapa jumlah seluruh awak kapal," ujar Mwangura.
Mwangura menambahkan, diketahui kapal itu tengah dalam perjalanan menuju Malaysia saat disandera oleh komplotan bajak laut. (ndr/nov)











































