Seperti dikutip Reuters, Selasa (16/12/2008), sebuah kelompok bernama Front Revolusioner Afghan mengaku bertangggungjawab atas peristiwa ini. Alasan menaruh peledak itu, mereka menuntut penarikan pasukan Prancis dari Afghanistan.
Bahan peledak yang terdiri atas 5 batang dinamit itu, tidak dilengkapi alat detonator. Ditengarai tindakan menaruh bahan peledak ini hanya sebagai peringatan, bukan untuk mencederai.
Sedang Presiden Prancis Nicolas Sarkozy terkait aksi ini menyatakan tidak akan ada negosisasi dengan para teroris.
Sebelumnya, surat ancaman mengenai bahan peledak di pusat perbelanjaan ini dikirim ke kantor berita Prancis, di sana dituliskan kalau sebuah bom telah ditanam di pusat perbelanjaan di Haussmann Boulevard. (ndr/)











































