"Polisi menyerang kami dengan membabi buta, seperti preman saja mereka. Ada yang dipukul, ditendang, dilempar pakai batu baterai," kata salah seorang peserta aksi, Akhmad Jay, kepada detikcom, Selasa (16/12/2008).
Jay bertutur, sekitar 200 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa
Jogjakarta itu menggelar aksi di alun-alun utara Yogyakarta mulai pukul 15.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika tengah melakukan orasi di dekat kantor pos besar pukul 16.30 WIB, mendadak sekitar 50 petugas polisi meminta mereka bubar tanpa alasan yang jelas. Karena para demonstran menolak, polisi pun menyerang mereka dengan kekerasan.
Bogem mentah dan kaki bersepatu para polisi itu dilayangkan ke para mahasiswa. Bahkan megaphone yang digunakan untuk orasi mereka rebut lalu dibanting. Batu baterai yang tercecer dari pengeras suara itu lantas mereka lemparkan ke arah demonstran.
Akibat aksi kekerasan itu, 3 mahasiswa mengalami luka cukup serius di bagian kepala. Mereka adalah Heru Fahrani, Ahmad Eko, dan Mukti Ahmad. Ketiganya langsung dibawa ke RS Panti Rapih untuk mendapatkan perawatan. Selain itu 19 orang juga mengalami luka ringan.
Sementara itu, kelompok demonstran lain yang tergabung dalam Front Mahasiswa
Nasional (FMN) dan Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) juga mendapatkan
perlakuan buruk dari polisi. 8 Aktivis FMN dan 20 aktivis FPPI ditangkap petugas gara-gara menggelar aksi menyambut kedatangan SBY. (bgs/ndr)











































