"Banyak yang tidak benar dalam pemberitaan media. Soal penipuan, kami tidak melakukan penipuan. Ada MoU antara Fikruna dengan Madiwa," ujar Mantan Direktur PT Fikruna Center Imam Jazuli kepada detikcom, Selasa (16/12/2008).
Imam mengungkapkan, dalam kesepakatan tersebut, PT Fikruna hanya bertugas mengirimkan siswa Indonesia ke Madiwa di Malaysia. Selanjutnya di negeri Petronas tersebut, tambah Imam, Madiwa yang bertanggung jawab terhadap para siswa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sana ada fakultas Syariah dan Ushuluddin. Jadi mereka tidak hanya makan tidur, tapi juga belajar. Meski secara fasilitas tidak sekualitas universitas," jelas dia.
Dalam rilis yang diterima detikcom, Imam juga menjelaskan, niat pendirian PT Fikruna Center adalah untuk memfasilitasi siswa yang tidak lulus dalam tes seleksi ke Universitas Al Azhar melalui Departemen Agama.
"Sebagai lembaga yang juga mengirim langsung siswa ke Al Azhar merasa prihatin mengingat banyak siswa yang memiliki potensi dan motivasi yang tinggi tapi tidak dapat melanjutkan studi ke Al Azhar karena tidak lulus ujian seleksi, padahal dari beberapa siswa yang tidak lulus dikarenakan juga tidak mengetahui model dan metode ujian Depag. Karena itulah kami memiliki ide untuk mengadakan twining dengan Madiwa," cetus Imam.
Menurut Imam, Madiwa memiliki MoU dengan Universitas Al Azhar sudah sejak lama. Siswa yang telah lulus diploma 2 di Madiwa, lanjut dia, dapat langsung masuk Universitas Al Azhar tingkat 3 dan diploma 3 langsung masuk tingkat 4.
Pengiriman siswa oleh PT Fikruna ke Madiwa, kata dia, dimulai sejak 5 September 2006Β dengan jumlah 24 siswa. Pengiriman kedua dilakukan pada 10 September 2007 sebanyak 24 siswa. Dari 24 siswa itu 18 siswa di antaranya sudah diberangkatkan ke Mesir dan diterima di Universitas Al Azhar tingkat 3 (untuk laki-laki) dan tingkat 2 (untuk perempuan).
"Jadi yang kami lakukan sudah benar sesuai MoU. Kami tidak melakukan penipuan," pungkas Imam. (rmd/asy)











































