RS Thamrin: Orangtua Pasien Minta Maaf

Kasus \'Penyanderaan\' Bayi

RS Thamrin: Orangtua Pasien Minta Maaf

- detikNews
Selasa, 16 Des 2008 17:20 WIB
Jakarta - Billy Farly, orang tua Rising Imanuelle Manangkalangi (sebelumnya ditulis Rising Rizki Imanuelle-Red), tidak pernah merasa bayinya disandera pihak RS Thamrin Internasional Salemba. Bahkan Farly sudah meminta maaf dan berterimakasih kepada RS Thamrin atas pelayanan kesehatan bagi putra pertamanya yang baru berumur 1 bulan itu.

Demikian disampaikan menajemen RS Thamrin Internasional Salemba dalam rilis yang diterima redaksi detikcom sore ini, Selasa (16/12/2008). Rilis yang dikirim melalui fax itu ditandatangani Direktur Utama RS MH Thamrin Internasional Salemba, Dr.Yanuar Sjaff Maarifat, MPH, MM.

Bantahan dan permintaan maaf orang tua Rising tersebut tercantum  dalam rilis itu pada alenia terakhir. Bunyi lengkapnya adalah sebagai berikut:

"Sebagai tambahan dapat diinformasikan bahwa pagi tadi tanggal 16 Desember 2008 sekitar pukul 08.00 WIB orangtua pasien yang bernama Farly telah menemui kami dan menyatakan terimakasih atas pelayanan yang telah diberikan oleh RS serta menyampaikan maaf dan penjelasaan bahwa yang bersangkutan tidak pernah merasa disandera karena masalah biaya perawatan".

Di bagian awal, pihak menajemen memaparkan kronologi perawatan terhadap Rising yang terlahir tanpa lubang anus. Pasien adalah kiriman RS Tugu Ibu, Depok, ketika berusia 3 hari (6 November 2008) dan sebelum diterima di UDG RS MH Thamrin telah ditolak oleh RSCM, RSPAD dan RS Sint Carolous dengan alasan ruang rawat inap bayi sudah penuh.

Melihat kondisi bayi yang tampak kritis, segera dilakukan operasi cito untuk live saving setelah perawatan penunjang untuk menstabilkan kondisi pasien. Kesanggupan orangtua pasien yang hanya bisa memberi uang jaminan sebesar Rp 600 ribu dari Rp 12 juta yang ditentukan, tidak dipersoalkan kala itu.

Total biaya perawatan membengkak hingga Rp 60 juta, sebelum operasi pembuatan lubang anus Rising mendapat perawatan intensif di NICU yang tergolong mahal. Belum lagi selama terdapat kesulitan penyembuhan pasca operasi.

Tapi setelah melalui upaya pemulihan selama 33 hari, kondisi kritis pasca operasi berat pembuatan lubang anus berhasil dilalui. Padahal dalam perawatan selanjutnya orangtua pasien beberapa kali tidak membeli obat yang diresepkan oleh dokter.

(lh/asy)


Berita Terkait