"Pada April 2008 ini, Dubes RI untuk Mesir menyelenggarakan workshop untuk peningkatan kualitas dan penyelesaian studi masyarakat Indonesia di Al Azhar. Salah satu kesepakatan dengan pihak Al Azhar, pintu untuk masuk Al Azhar harus lewat Depag," ujar Dirjen Pendidikan Islam Depag Muhammad Ali kepada detikcom, Selasa (16/12/2008).
Sekitar 49 calon mahasiswa Al Azhar terlantar di Malaysia lantaran ditipu oleh perusahaan yang berjanji 'mengangkut' mereka ke Al Azhar. Mereka dijanjikan bisa masuk kampus tertua di dunia ini dengan membayar belasan juta rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga timbul persoalan. Dampak salah satunya adalah, kalau mereka tidak lulus tes yang diselenggarakan di Indonesia, mereka, melalui perusahaan, bisa diberangkatkan ke Malaysia. Nanti mereka akan ada semacam tes ulang di sana, terus bisa diberangkatkan," kata Ali.
Namun, setelah diadakan workshop di Mesir itu, akhirnya pihak Malaysia yang selama ini juga memberangkatkan mahasiswa asal Indonesia ke Mesir tidak lagi diperkenankan. "Sehingga mungkin terjadi yang seperti itu (terlantar di Malaysia). (anw/iy)










































