Frekuensi Cium Hajar Aswad Vs Frekuensi ke Masjidil Haram

Pelaksanaan Haji Terburuk

Frekuensi Cium Hajar Aswad Vs Frekuensi ke Masjidil Haram

- detikNews
Selasa, 16 Des 2008 12:37 WIB
Frekuensi Cium Hajar Aswad Vs Frekuensi ke Masjidil Haram
Jakarta - Dulu jamaah haji sering bertanya kepada sesamanya berapa kali mencium Hajar Aswad. Kini, pertanyaan itu berubah menjadi berapa kali ke Masjidil Haram. Maklum, pemondokan dan transportasi haji dinilai payah.

"Jamaah di sana begitu susah mendapatkan transportasi. Sehingga, kalau dulu pertanyaannya adalah berapa kali mencium Hajar Aswad, sekarang pertanyaannya berapa kali ke Masjidil Haram. Ada (jamaah) yang 20 hari hanya 2 kali datang ke Masjidil Haram," protes anggota Komisi VIII DPR Abdullah Azwar Anas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/12/2008).

Ada juga, imbuh Azwar, bus yang melayani jamaah haji tidak jalan karena bekerja 24 jam, namun tidak memiliki sopir cadangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak serius untuk merencanakan dengan baik tentang transportasi," tutur Azwar yang baru pulang meninjau penyelenggaraan ibadah haji dari Arab Saudi ini.

Masalah lain, yaitu pemondokan haji yang jauh dari Masjidil Haram, karena masjid tempat Ka'bah itu diperbaiki juga dinilai Azwar tidak argumentatif. Pemondokan yang jauh pun, ternyata tidak layak karena pendingin udara yang tidak nyala dan air yang tidak mengalir.

"Ini adalah bukti kegagalan pemerintah untuk mendapatkan pemondokan yang representatif dan dekat dengan Masjidil Haram," ujar politisi dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) ini.

Azwar menilai masalah pemondokan dan transportasi jamaah haji ini bukan hanya keteledoran pemerintah. Tetapi sudah menyangkut kegagalan pemerintah dalam merencanakan dan melaksanakan penyelenggaraan ibadah haji di lapangan.

"Ini pelaksanaan haji terburuk. Memang tidak seperti kelaparan di Mina. Karena di Mina kan menyangkut perut," kata dia. (nwk/iy)


Berita Terkait