Memalukan karena seorang reporter bisa dua kali melemparkan sepatu ke Bush. Demikian dicetuskan sejumlah bekas agen Dinas Rahasia AS.
"Apakah Dinas akan memandang ini sebagai hal memalukan? Ya. Apakah mereka akan mengambil langkah-langkah di masa mendatang? Mungkin," ujar William H. Pickle, mantan agen Dinas Rahasia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika dia masuk dan bisa menyembunyikan senjata, maka kita punya masalah yang real," pungkasnya seperti dilansir Los Angeles Times, Selasa (16/12/2008).
Seorang eks agen Dinas Rahasia lainnya, Patrick J. Lennon, menyesalkan para agen yang menurutnya bergerak lebih lamban dari yang seharusnya. "Saya pikir mereka harusnya merespons setelah lemparan sepatu pertama," tuturnya.
Diungkapkan Lennon, para agen yang menjaga Bush tak bisa secepatnya berada di depan Bush karena mereka ditempatkan di sisi ruangan, bukan di samping Bush. Untunglah, refleks Bush cepat sehingga terhindar dari dua kali lemparan sepatu itu.
"Refleks Bush cepat. Saya bangga padanya," kata Lennon memuji Bush.
Bush pernah mendapat ancaman keamanan serius saat berada di Tbilisi, Georgia pada 2005. Saat itu, granat hidup dilemparkan ke arah Bush yang sedang berpidato di depan kerumunan orang. Granat tersebut tidak meledak. Pelaku akhirnya dihukum penjara seumur hidup oleh otoritas Georgia.
(ita/iy)











































