"Kita menyempitkan pencarian. Kita sudah keluarkan isi perut. Meminta keterangan ahli gizi. Orang yang meninggal (korban) itu di dalam ususnya punya gizi baik. Bukan kekurangan gizi. Bukan orang miskinlah," kata Kapolres Kab Bekasi AKBP Herri Wibowo kepada detikcom, Selasa (16/12/2008).
Herri mengatakan, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan pihak imigrasi, Deplu, BMG, Lapan, syahbandar, travel-travel untuk mencari identitas korban yang diduga orang asing ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa hari ini, lanjut Herri, pihaknya juga sudah menelusuri dua pulau untuk mencari tamu asing yang diketahui hilang. Namun informasi yang dikumpulkan, tidak ada laporan orang asing yang hilang.
"Kemungkinan orang asing yang tinggal di sini. Keluarganya mungkin berpikir korban kerja di sini terus nggak ada komunikasi. Banyak orang asing yang lalu lalang di Indonesia bisa legal ataupun ilegal," imbuhnya.
Dari pemeriksaan sejumlah saksi, ada yang melihat sebuah speedboat berwarna putih dengan tanda khusus menurunkan suatu benda di Muara Gembong pada saat atau titik korban ditemukan. Polisi kemudian mencari identitas speedboat tersebut. Namun ternyata speedboat itu tidak terdaftar.
"Kemungkinan itu carteran speedboat asing. Kita sedang cari itu," tandasnya. (gus/iy)











































