"Belum. Kemungkinan besar dimakan binatang. Karena di sepanjang sungai itu tidak ada rumah penduduk sama sekali," ujar Kapolres Kab Bekasi AKBP Herri Wibowo kepada detikcom, Selasa (16/12/2008).
Herri menjelaskan, pihaknya sudah menelusuri sungai Cipaningkis, tempat mayat Saiful dibuang oleh pelaku, berhari-hari. Polisi juga sudah melakukan penyelaman sejauh 40 km dari titik pembuangan. Bahkan jasa paranormal pun digunakan untuk menerawang keberadaan mayat Saiful.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Herri, kesulitan kepolisian dalam pencarian mayat Saiful karena sepanjang sungai itu tidak ada rumah penduduk, jadi tidak ada yang bisa dimintai keterangan. Saat dibuangnya mayat Saiful, ada banjir yang cukup tinggi dan banyak biawak di sungai Cipaningkis tersebut.
"Kita sudah telusuri semua pohon manatahu menyangkut tapi tidak ada juga. Kemungkinan bisa sampai Muara Gembong," jelasnya.
Saiful tewas di tangan 2 kawannya yakni Ahmad (16) dam Ayung (13) pada 4 Desember lalu. Kedua pelaku ini awalnya berniat merampas motor milik korban. Namun karena Saiful melawan, keduanya panik dan kemudian membunuhnya. Para pelaku kemudian membuang mayat Saiful ke Sungai Cipaningkis dari atas sebuah jembatan setinggi 15 meter.
(gus/djo)











































