Pria Irak itu diinterogasi apakah seseorang membayarnya untuk melemparkan sepatunya ke arah Bush ketika konferensi pers di Baghdad, Minggu, 14 Desember lalu.
Demikian disampaikan pejabat Irak yang tak disebutkan namanya seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Selasa (16/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stasiun TV Al-Baghdadia, tempat al-Zeidi bekerja, berulang kali menayangkan permohonan pembebasan reporter tersebut.
"Kami semua dikerahkan untuk mengupayakan pembebasannya," kata Abdel-Hameed al-Sayeh, manajer Al Baghdadia di Kairo, tempat stasiun TV tersebut bermarkas.
(ita/ita)
