Sejarahwan: Prabowo Sebenarnya Mampu Melakukannya

Menyesal Tidak Kudeta

Sejarahwan: Prabowo Sebenarnya Mampu Melakukannya

- detikNews
Selasa, 16 Des 2008 09:57 WIB
Sejarahwan: Prabowo Sebenarnya Mampu Melakukannya
Jakarta - Prabowo mengaku menyesal dirinya tidak melakukan kudeta seperti yang dituduhkan selama ini. Padahal menurutnya pada tahun 1998 (masa pemerintahan Habibie) ia mempunyai kesempatan dan kemampuan untuk jadi orang nomor 1 di negeri ini. Kesempatan Prabowo ini bukan tanpa perhitungan. Sejarahwan LIPI Asvi Warman Adam membenarkan kalau Prabowo memiliki peluang untuk itu.

"Saya rasa dengan jabatan dia, dia mempunyai anak buah dan mempunyai kelompok yang sebetulnya bisa melakukan kudeta," ujar Asvi kepada detikcom Selasa, (16/12/2008).

Namun menurut Asvi, selain Prabowo, orang yang paling mungkin melakukan kudeta pada saat itu ialah Panglima TNI Wiranto. Wiranto bahkan, telah diberikan mandat dari Presiden Soeharto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau saya lihat, itu bukan hanya Prabowo tapi juga Wiranto. Wiranto malah mendapat surat dari Presiden Soeharto," imbuhnya.

Asvi menambahkan, setelah tahun 1965 tidak ada seorang pun Jenderal yang akan berhasil melakukan kudeta lagi. Hal ini karena kudeta tersebut tidak akan mendapat dukungan dari dalam maupun luar negeri.

"Jadi ini karena pertimbangan rasional, mereka (Jenderal) juga tahu tidak akan berhasil " tandas Asvi.

Sebelumnya, di Acara "PPP Mendengar, Presiden harapan dan Harapan Terhadap Presiden" dengan bergurau Prabowo menyampaikan penyesalannya karena tidak melakukan kudeta pada saat pemerintahan Habibie, Selasa (15/12/2008). Mendengar pernyataan tersebut, para hadirin yang mayoritas adalah simpatisan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sontak tertawa riuh. Hal ini karena jika ia melakukan kudeta pada saat itu, mungkin kini calon presiden yang diusung dari Partai Gerindra ini tidak usah capek-capek ikut Pemilu 2009. (ape/anw)


Berita Terkait