"Saya rasa dengan jabatan dia, dia mempunyai anak buah dan mempunyai kelompok yang sebetulnya bisa melakukan kudeta," ujar Asvi kepada detikcom Selasa, (16/12/2008).
Namun menurut Asvi, selain Prabowo, orang yang paling mungkin melakukan kudeta pada saat itu ialah Panglima TNI Wiranto. Wiranto bahkan, telah diberikan mandat dari Presiden Soeharto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asvi menambahkan, setelah tahun 1965 tidak ada seorang pun Jenderal yang akan berhasil melakukan kudeta lagi. Hal ini karena kudeta tersebut tidak akan mendapat dukungan dari dalam maupun luar negeri.
"Jadi ini karena pertimbangan rasional, mereka (Jenderal) juga tahu tidak akan berhasil " tandas Asvi.
Sebelumnya, di Acara "PPP Mendengar, Presiden harapan dan Harapan Terhadap Presiden" dengan bergurau Prabowo menyampaikan penyesalannya karena tidak melakukan kudeta pada saat pemerintahan Habibie, Selasa (15/12/2008). Mendengar pernyataan tersebut, para hadirin yang mayoritas adalah simpatisan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sontak tertawa riuh. Hal ini karena jika ia melakukan kudeta pada saat itu, mungkin kini calon presiden yang diusung dari Partai Gerindra ini tidak usah capek-capek ikut Pemilu 2009. (ape/anw)











































