"Kita belum dapat mengetahui pemicu terjadinya kebakaran tersebut. Tim ivestigasi dari Serpong masih akan menyelidikinya," kata Humas Pertamina Unit Pengolaan II, Dumai Hendra Nasution saat dihubungi detikcom, Senin (15/12/2008).
Hendra juga mengklarifikasi ucapannya sebelumnya yang menyebut angka kerugian sekitar Rp10 miliar. "Mohon maaf, setelah kami mengadakan rapat dengan pihak manejer, akhirnya kami mengklarifikasi soal angka kerugian tadi. Kami belum dapat menghitung angka kerugian akibat terbakarnya kilang minyak. Penyebab kebakaran serta tingkat kerugian masih di investadi gasi dari tim Pertamina Serpong," kata Hendra..
Dia menjelaskan, kilang Pertamina UP II yang terbakar itu, merupakan kilang paling kecil dari enam kilang minyak yang ada. Kilang tersebut adalah tempat pengumpul minyak mentah dari produksi ladang minyak di Duri dengan kapasitas tangki 10.327 kilo liter.
"Kilang minyak itu terbakar di bagian atasnya yang menyebabkan kondisinya melengkung. Namun bagian bawah kilang tidak mengalami kerusakan. Dan minyak yang berada di dalam kilang tersebut masih dapat diselamatnya dengan cara mentransfernya ke kilang yang lain," kata Hendra.
(cha/djo)











































