KSAD Minta Kemanunggalan TNI dan Rakyat Terus Dipelihara

Peringati Hari Juang Kartika

KSAD Minta Kemanunggalan TNI dan Rakyat Terus Dipelihara

- detikNews
Senin, 15 Des 2008 15:52 WIB
Jakarta - Tentara Sekutu di bawah pimpinan Brigadir Bethell mendarat di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945. Tujuan awal mereka adalah mengurus tawanan perang dan tentara Jepang yang berada di Jawa Tengah.

Namun di dalam pasukan tersebut, pasukan Nederlandsch Indie Civil
Administratie (NICA) juga ikut membonceng. Akhirnya tentara sekutu dan NICA tersebut malah mempersenjatai para tawanan perang sekutu, bahkan memaksa Tentara Keamaman Raktyat (TKR) menyerahkan senjatanya.Β  Β 

Aksi ini mendapat perlawanan dari TKR. Tembak menembak pun terjadi.
Pertempuran terbesar terjadi pada tanggal 11 hingga 15 Desember 1945 di
Ambarawa. Kolonel Soedirman langsung memimpin pasukannya yang menggunakan
taktik gelar supit urang, atau pengepungan rangkap untuk menghancurkan pasukan sekutu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanggal 15 Desember inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari Juang
Kartika. Peringatan Hari Juang Kartika pada tahun ini dipusatkan di Desa
Nawangan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, demikian keterangan pers dari
Dispenad, Senin (15/12/2008).

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo pun meminta agar prajurit TNI AD meneladani semangat juang dan keberanian Jenderal Besar Sudirman. Agustadi juga meminta agar persatuan yang saat itu begitu erat antara TNI dan rakyat terus dijaga.

"Sejarah telah menunjukan bahwa berbagai masalah kebangsaan selalu dapat
diselesaikan melalui sinergi kekuatan TNI dan rakyat," ujar Agustadi. (rdf/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads