Malani saat ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Depok, Jl Margonda, Senin (15/12/2008). Kepada petugas dia mengaku dibayar Rp 10 ribu oleh seseorang untuk menjalankan aksinya.
Saat memberikan keterangan, wanita ini seringkali ngawur. Beberapa perkataannya juga tidak jelas. Penampilan Malani juga sangat dekil menyerupai gelandangan. Dia juga tidak memiliki kartu identitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 6 rumah pengurus DPD PKS Depok menjelang subuh hari ini diteror. Modus yang dilakukan pelaku adalah melempar kain berapi yang dilumuri minyak tanah.
"Kejadiannya pukul 04.00 WIB. Salah satunya di rumah Pak Yadi, Ketua DPD PKS Kota Depok di Jl Margonda dan rumah mantan Ketua Dewan Pengurus Ranting (Depera) PKS Depok, Agus, " ujar Dede Sahlan, Kepala Humas DPD PKS Depok kepada detikcom.
Menurut Dede, selain rumah pengurus DPD, kantor DPD PKS Depok, di Jalan Raya Margonda, Gang Beringin, Depok, Jawa Barat juga diteror. Namun kejadiannya lebih awal yakni pada Sabtu 13 Desember 2008. (djo/asy)











































