PKNU: Serukan Tak Pilih Partai Islam Baru, PKB Merasa Terancam

PKNU: Serukan Tak Pilih Partai Islam Baru, PKB Merasa Terancam

- detikNews
Senin, 15 Des 2008 15:33 WIB
PKNU: Serukan Tak Pilih Partai Islam Baru, PKB Merasa Terancam
Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan meminta fatwa para kyai agar menyerukan warga Nahdliyin tidak memilih partai Islam baru. Hal ini membuktikan PKB merasa terancam.

"Orang awam pun akan bisa menilai, komentar seperti itu adalah adanya kekhawatiran PKB yang akan terus menerus tidak dapat dukungan konstituen  karena problem internalnya," ujar Sekjen Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Idham Cholied saat dihubungi detikcom, Senin (15/12/2008).

Karena problem internalnya, lanjut Idham, PKB khawatir tak akan mampu mendulang suara secara memadai. Karena itu mereka menggunakan para kyai untuk mendongkrak peroleh suara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Idham meragukan seruan PKB itu akan efektif. Sebab berbeda dengan PKNU, para kyai yang dimaksud PKB tidak jelas.

"Sekarang yang dimaksud kyai itu siapa? Kalau bagi kita kan sudah jelas.
Di kepengurusan kita kyai besar semua. Kyai kampung yang mereka (PKB) kembangkan sudah redup. Padahal yang eksis adalah kyai-kyai sepuh, baru kyai-kyai kampunya itu patronnya adalah kyai sepuh. Saya kira nggak efektif fatwa semacam itu," terang Idham.

Karena itu Cholid mengaku PKNU tidak merasa terancam sama sekali dengan seruan tersebut. "Justru mereka mungkin sedang terancam sehingga perlu begitu," tandasnya.

Minggu 14 Desember kemarin, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan, PKB akan meminta fatwa kepada para kiai NU agar menyerukan kaum Nahdliyin jangan memilih partai Islam baru. Sebab suaranya akan mubazir karena kurang dari 15 persen.

Selain itu seruan itu juga dimaksudkan sebagai pendidikan bagi masyarakat dalam rangka proses penyederhanaan partai. PKB mengidealkan jumlah partai adalah antara 10 hingga 15 partai saja. (sho/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini