"Orang awam pun akan bisa menilai, komentar seperti itu adalah adanya kekhawatiran PKB yang akan terus menerus tidak dapat dukungan konstituen karena problem internalnya," ujar Sekjen Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Idham Cholied saat dihubungi detikcom, Senin (15/12/2008).
Karena problem internalnya, lanjut Idham, PKB khawatir tak akan mampu mendulang suara secara memadai. Karena itu mereka menggunakan para kyai untuk mendongkrak peroleh suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang yang dimaksud kyai itu siapa? Kalau bagi kita kan sudah jelas.
Di kepengurusan kita kyai besar semua. Kyai kampung yang mereka (PKB) kembangkan sudah redup. Padahal yang eksis adalah kyai-kyai sepuh, baru kyai-kyai kampunya itu patronnya adalah kyai sepuh. Saya kira nggak efektif fatwa semacam itu," terang Idham.
Karena itu Cholid mengaku PKNU tidak merasa terancam sama sekali dengan seruan tersebut. "Justru mereka mungkin sedang terancam sehingga perlu begitu," tandasnya.
Minggu 14 Desember kemarin, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan, PKB akan meminta fatwa kepada para kiai NU agar menyerukan kaum Nahdliyin jangan memilih partai Islam baru. Sebab suaranya akan mubazir karena kurang dari 15 persen.
Selain itu seruan itu juga dimaksudkan sebagai pendidikan bagi masyarakat dalam rangka proses penyederhanaan partai. PKB mengidealkan jumlah partai adalah antara 10 hingga 15 partai saja. (sho/anw)










































