Aksi para PKL itu dilakukan setelah usai menggelar dagangan di kawasan Boulevard UGM, Senin (15/12/2008). Mereka sebagian besar PKL makanan dan minuman seperti pedagang kethoprak, mie bakso, soto dan es buah.
Usai menata dagangan, sebagian PKL kemudian berkumpul di selatan Gelanggang Mahasiswa UGM yang ada di sebelah barat Boulevard. Sebagian lagi tetap berada di gerobak menunggui dagangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka pun berorasi secara bergantian.
Ketua paguyuban PKL Boulevard, Tukiyat di sela-sela aksi kepada wartawan mengatakan pihak UGM berniat membersihkan kawasan Boulevard dari PKL. Namun para PKL tetap menolak relokasi. Pihaknya meminta semua PKL yang ada di kawasan UGM untukย tetap bertahan di tempat berdagang masing-masing. "Yang meminta kami
pindah bukan direktorat pengelolaan aset UG, tapi pihak PT Gama Multi Usaha Mandiri," katanya.
Meski pihak UGM menyiapkan tempat berjualan tapi para PKL menyatakan menolak. Alasannya semua pedagang dijadikan satu tempat yakni di sebelah barat Gelanggang Mahasiswa. Tempat yang disediakan juga tidak memadai dan tertutup dan sempit.
"Kami khawatir tem pat itu tak akan menampung semua PKL di Boulevard. Selain itu kalau kami pindah, past tempat berjualan sekarang ini akan ditempati orang lain," katanya.
Usai berorasi secara bergantian, massa kemudian membubarkan diri dan kembali berjualan di kawasan tersebut. Pihak Satuan Keamanan UGM dan aparat Polres Sleman hanya berjaga-jaga di sekitar lokasi. (djo/djo)











































