"Soal anggaran yang terbatas bukan di Indonesia saja. Hal itu juga terjadi di negara kami, Amerika Serikat," ujar Deputy Assistant Secretary of Defense for South and Southeast Asia, James Clad.
Hal itu disampaikan Clad dalam sambutan tertulisnya dalam acara Geladi Olah Krida Nusantara-2/Defence Resource Management Study (DRMS) di Kantor Ditjen Rencana Pertahanan Dephan, Jl Budi Kemulyaan Jakarta Pusat, Senin (15/12/2008).
Saat ini pemerintah AS mengangarkan setidaknya US$ 600 miliar ditambah lagi US$ 100 miliar untuk operasi militer di Irak dan Afganistan per tahunnya.
Sementara itu, menanggapi masalah kekurangan anggaran pertahanan yang dialami AS, Menhan RI, Juwono Sudarsono menjelaskan sebagai negara adidaya, fokus militer AS tidak hanya pada masalah dalam negerinya saja. Melainkan pada permasalahan keamanan di seluruh dunia. Wajar jika anggaran pertahanan militer AS sangat besar.
"Untuk kepastian anggaran pertahanan anggaran mereka mungkin masih menunggu pelantikan presiden baru," jelas Juwono. (rdf/irw)











































