"Saya pikir ini seharusnya tidak datang dari Ketua MPR Hidayat Nur Wahid," kata Akbar.
Hal ini disampaikan dia di sela-sela acara 'Dialog Bersama Bang Akbar' di Akbar Tandjung Institute, Perumahan Liga Mas Indah B/A1, Perdatam, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (15/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau golput dianggap haram, konsekuensinya orang bisa masuk neraka," cetus Akbar sambil tertawa.
Menurut dia, fatwa golput haram belum tentu dipatuhi. "Biasa di dalam politik ada yang memilih ada yang tidak, itu tergantung isunya dan tokohnya bukan fatwa itu," ujar eks Ketua Umum Partai Golkar ini. (aan/iy)











































