"Ada dampak politisnya. Kondisi ini akan memberikan citra yang lebih baik kepada SBY. Karena kondisi minyak dunia turun ,lalu SBY juga menurunkan minyak sehingga konsisten. Dan ini akan menjadi konsekuensi logis terhadap citra SBY yang lebih baik," ujar pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli.
Lili menyampaikan hal itu ketika dihubungi detikcom, Minggu (14/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa masih lama, karena kurang lebih masih satu tahun. Tapi soal citra SBY naik itu sudah pasti karena penurunan ini tentu akan membantu kalangan bawah," imbuh dia.
Sementara pengamat politik dan dosen Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisipol) Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit mengatakan menurunkan harga BBM adalah wewenang penuh pemerintah.
"Apa urusannya dengan para pengusaha? Itu kan risiko pengusaha. Sesuai dengan hukum ekonomi semua orang tentunya pengennya untung, tapi ya nggak bisa seperti itu," kata Arbi kepada detikcom.
Arbi menambahkan masyarakat akan menjadi senang dengan penurunan BBM ini. "Dan akan bersimpatik terhadap SBY," kata dia.
Bagaimana dampak penurunan harga BBM terhadap elektabilitas SBY pada Pemilu 2009? "Itu terlalu jauh," tandas dia. (nwk/nwk)











































