Menurut pengakuan Rizal, petugas SPBU di Jl. Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan. SPBU ini merugi sebesar Rp 52,8 juta per hari Senin (15/12/2008) ini.
Kerugian SPBU yang tiap harinya menyediakan 48 ton premium dan 12 ton solar itu, mengalami kerugian Rp 36,6 juta untuk premium dan Rp 16,1 juta untuk solar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerugian serupa juga dialami SPBU di Jalan Pierre Tendean, Jakarta Selatan. SPBU di perempatan Jl Mampang Prapatan-Jl Pierre Tendean ini mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 48 juta.
SPBU ini tiap harinya menyetok 32 ton hingga 48 ton premium dan 16 ton solar. Kerugian untuk premium mencapai Rp 37,5 juta dan kerugian untuk solar Rp 11 juta.
"Jika menjelang harga BBM naik, stok BBM susah sekali didapat, tapi jika mau turun begini stok banyak banget. Belum dijual aja kita udah rugi. Kalau toh habis, kita masih rugi," ujar Ketua Regu SPBU Jl Pierre Tendean Sofyan.
Nasib yang sama juga dialami SPBU di Jalan Margasatwa, Ragunan, Jakarta Selatan. Salah satu petugas SPBU Nanang mengatakan stok premium per hari sekitar 20 ton dan solar 4 ton.
"Kita rugi Mas. Premium Rp 10 juta lebih. Dan solar rugi Rp 2 juta lebih," ujar Nanang.
Pada Minggu 14 Desember 2008 kemarin pemerintah menurunkan harga premium Rp 5.500 menjadi Rp 5.000 dan harga solar Rp 5.500 menjadi Rp 4.800. Penurunan ini mulai berlaku sejak Senin, 15 Desember 2008 pukul 00.00. (nwk/nwk)











































