YLKI: Harga Turun Risiko Bisnis, Pemilik SPBU Harus Fair

Harga Premium & Solar Turun

YLKI: Harga Turun Risiko Bisnis, Pemilik SPBU Harus Fair

- detikNews
Minggu, 14 Des 2008 21:15 WIB
YLKI: Harga Turun Risiko Bisnis, Pemilik SPBU Harus Fair
Jakarta - Kelangkaan premium pasca penurunan harga pada awal Desember 2008 lalu diharapkan tidak terjadi saat premium dan solar resmi turun Senin 15 Desember 2008 besok. Pemilik stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) harus fair.

"Peristiwa yang kemarin (kelangkaan premium karena harga turun) seharusnya tidak terjadi. Karena pemerintah sudah memberi kompensasi SPBU Rp 160 per liter, walaupun menurut saya itu tidak perlu karena itu risiko bisnis," ujar pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi.

Tulus menyampaikan hal itu ketika dihubungi detikcom, Minggu (14/12/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, pemilik SPBU harus fair. Karena, imbuh Tulus, setiap ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) seperti premium, pemilik SPBU sudah menangguk untung dari stok lama yang disimpannya.

"Kalau kenaikan harga BBM, stok lama dijual stok baru. Harus fair, jangan menang sendiri. Dia mengklaim ganti rugi kalau turun. Kalau musim kenaikan dia tumpuk," tukas Tulus.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah menurunkan harga premium Rp 5.500 menjadi Rp 5.000 dan harga solar Rp 5.500 menjadi Rp 4.800. Penurunan ini mulai berlaku sejak Senin, 15 Desember 2008 pukul 00.00. (nwk/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads