"Peristiwa yang kemarin (kelangkaan premium karena harga turun) seharusnya tidak terjadi. Karena pemerintah sudah memberi kompensasi SPBU Rp 160 per liter, walaupun menurut saya itu tidak perlu karena itu risiko bisnis," ujar pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi.
Tulus menyampaikan hal itu ketika dihubungi detikcom, Minggu (14/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kenaikan harga BBM, stok lama dijual stok baru. Harus fair, jangan menang sendiri. Dia mengklaim ganti rugi kalau turun. Kalau musim kenaikan dia tumpuk," tukas Tulus.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah menurunkan harga premium Rp 5.500 menjadi Rp 5.000 dan harga solar Rp 5.500 menjadi Rp 4.800. Penurunan ini mulai berlaku sejak Senin, 15 Desember 2008 pukul 00.00. (nwk/nwk)











































