Hal itu adalah salah satu lima butir rekomendasi ulama dalam Silaturahmi
Nasional Ulama NU-PKB di Hotel Quality Jl Solo Yogyakarta, Minggu (14/12/2008).
Rekomendasi itu dibacakan oleh KH Abdul Aziz Affandi dari Manonjaya Tasikmalaya, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menggunakan hak pilih adalah cermin dari sikap positif ikut berpartisipasi
memperbaiki kondisi masyarakat," katanya.
Aziz juga menyerukan agar warga NU tidak terpengaruh atau memilih partai-partai baru yang cenderung dekat pada kemubaziran politik. Pemilu 2009 hendaknya digunakan sebagai momentun untuk menyederhanakan partai melalui seleksi alam oleh rakyat dan memilih kepemimpinan nasional.
"Partai yang suaranya sedikit, pasti tidak akan memenuhi syarat untuk mengikuti pemilu lagi," katanya.
Sementara itu Ketua Umum DPP PKB Muhaimin mengingatkan para kiai NU-PKB untuk semakin gencar memberitahukan kepada warga nahdliyin mengenai kemubaziran bila memilih partai-partai baru. Sebaiknya suaranya disumbangkan kepada PKB.
Dia menambahkan waktu kampanye yang panjang selama 7 bulan akan menguntungkan partai-partai lama. Partai-partai baru yang saat ini gencar memasang bendera partai, dua bulan lagi akan kehabisan nafas dan tenaga.
Dia mengatakan PKB merencanakan akan gencar berkampanye mulai bulan Januari 2009, ketika partai-partai baru mulai kehabisan dana. Partai-partai lain
termasuk PKNU pada awal tahun 2009 nanti akan mulai kehabisan support sehingga tidak gencar memasang bendera partai.
"Jangan khawatir, Insya Allah mereka akan kehabisan dukungan sehingga tidak
memasang bendera-bendera partai di jalan-jalan lagi, kecuali ada support lain. PKB baru tahun depan mulai menggenjot kampanye hingga pemilu," pungkas Muhaimin. (bgs/nwk)











































