Dua Mahasiswa Indonesia di Malaysia Dirampok Polisi Gadungan

Dua Mahasiswa Indonesia di Malaysia Dirampok Polisi Gadungan

- detikNews
Minggu, 14 Des 2008 15:42 WIB
Malaysia - Kejahatan kembali menimpa mahasiswa Indonesia di Malaysia. Dua mahasiswa asal Indonesia, Faisal Situmorang (23) dan Fadli Arham (25), menjadi korban perampokan saat keduanya sedang dalam perjalanan menuju kampus mereka.

Ironisnya, sang pelaku mengaku sebagai polisi sehingga leluasa mengambil barang korban. Apalagi kejadian terjadi di jalan tol.

Teman kedua korban, Khairul Rahman menceritakan, kejadiaan naas tersebut terjadi saat keduanya pergi menuju Darul Hikmah College di Bangi, Selangor, pada Sabtu (13/12/2008) pukul 08.00 waktu setempat.

"Kejadiannya pagi. Mereka di rampok di tol Sungai Besi saat pergi ke kampus naik motor. Pelakunya dua orang melayu, ngakunya sebagai polisi," ujar Khairul saat menceritakan hal tersebut kepada detikcom, Minggu (14/12/2008).

Khairul menceritakan, kedua polisi gadungan tersebut meminta SIM dan I-kad
(International Card) milik korban lalu menyuruh kedua korban untuk ikut ke kantor polisi. Namun belum tiba di kantor polisi, kedua polisi gadungan itu meminta korban menghentikan sepeda motornya dan menuduh korban sebagai tersangka pengedar narkoba.

"Dengan alasan terlibat narkoba, polisi gadungan itu seenaknya memeriksa isi tas Faisal dan Fadli," cetusnya.

Dari dalam tas, polisi gadungan itu lalu mengambil dompet, pasport dan handphone milik Faisal, dan laptop Arham.

Menurut Khairul, sempat terjadi aksi tarik menarik tas dan sedikit perkelahian antara Arham dengan si pelaku. Namun Arham tidak dapat berbuat banyak ketika si pelaku mengeluarkan sebilah parang.

"Waktu itu Faisal dan Arham sudah berteriak minta tolong. Tapi tidak ada seorang pun yang berani tolong mereka," ungkap Wakil Ketua PPI Cabang Darul Hikmah College tersebut.

Usai kejadian itu, Faisal yang juga sebagai Ketua PPI Cabang Darul Hikmah College dan Arham melaporkan peristiwa tersebut ke kantor polisi terdekat.

Akibat perampokan itu, Faisal mengalami kerugian uang tunai RM 600, Hp Nokia 9500, Pasport, I-Kad, dan SIM. Sedangkan Arham harus kehilangan sebuah laptop kesayangannya.

Ketua PPI Malaysia Irfan Syauqi Beik berharap polisi malaysia dapat segera menangkap kedua polisi gadungan tersebut. Karena beberapa tindak kejahatan berulangkali menimpa mahasiswa Indonesia di Malaysia.

"Pelajar Indonesia di Malaysia juga diharapkan lebih berhati-hati lagi supaya kejadian seperti ini tidak terulang," pungkasnya.

(rmd/lrn)


Berita Terkait