Seperti dilansir Reuters, Sabtu (13/13/2008), delegasi Korut Kim Kye-gwan mengatakan, negaranya "barangkali akan menyesuaikan langkah pelumpuhan fasilitas nuklirnya jika (bantuan itu) ditunda."
Sebelumnya Korut yang sedang mengalami krisis energi dijanjikan bantuan energi sebesar lebih dari 1 juta ton sebagai imbalan atas denuklirisasi yang dilakukannya. Pertengahan November lalu Korut telah menerima separoh dari jumlah yang dijanjikan. 200.000 Ton di antaranya disediakan oleh AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua bulan lalu AS telah berniat menghapus Korut dari daftar negara penyokong terorisme setelah Korut bekomitmen menyetujui protokol verifikasi nuklir. Namun sayangnya komitmen itu hanya disampaikan secara oral. Hingga saat ini Korut belum bersedia menegaskan komitmen itu dalam bentuk perjanjian tertulis.
Para pengamat meyakini, Korut akan menahan persetujuannya atas protokol tersebut hingga Barack Obama secara resmi menjabat sebagai Presiden AS Januari mendatang. (sho/sho)











































