Jubir Departemen Luar Negeri AS Sean McCormack mengatakan, lima negara yang terlibat dalam perundingan dengan Korut, yakni Jepang, Rusia, China, AS, dan Korea Selatan (Korsel), sepakat pengiriman bahan bakar ke Korut ditunda hingga ada kemajuan dalam perundingan.
"Ini merupakan proses aksi-untuk-aksi. Pengiriman bahan bakar selanjutnya tidak akan dilakukan tanpa adanya verifikasi...Mereka (Korut) memahami itu," ujar McCormack seperti dikutip Reuters, Sabtu (13/13/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah persetujuan tahun lalu, Korut dijanjikan bantuan energi sebesar lebih dari 1 juta ton sebagai imbalan atas denuklirisasi yang dilakukannya. Saat ini Korut memang tengah menghadapi krisis energi. Negara-negara di luar lima negara peserta perundingan juga suka rela memberi bantuan energi ke Korut.
Pertengahan November lalu Korut telah menerima separoh dari jumlah yang dijanjikan. 200.000 Ton di antaranya disediakan oleh AS. Rusia juga telah mengirim sejumlah tertentu bulan ini.
Namun seperti yang lain, Rusia juga menegaskan pengiriman berikutnya tidak akan dilakukan sebelum Korut menyetujui protokol verifikasi program nuklirnya.
Negosiator AS, Christopher Hill, kembali ke Washington setelah kegagalan perundingan tersebut. Dia melapor kepada Menlu AS Condoleezza Rice Jumat kemarin. Rice, ujar Hill, tetap berupaya untuk mengegolkan perjanjian yang gagal itu.
"Ada kesempatan bagi Korut untuk menandatangani protokol verifikasi ini. Kesempatan itu masih ada. Kita menunggu. Bola ada di tangan mereka," ujar Hill. (sho/sho)










































