Ada sejumlah kriteria yang disampaikan Ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo mengenai cawapres dari PDIP. "Yang penting figur cawapres, bisa bekerja sama dengan Ibu Mega, memiliki visi yang sama tentang bangsa Indonesia ke depan, dan mampu menambah suara riil dalam Pilpres 2009," kata Tjahjo saat dihubungi detikcom, Sabtu (13/12/2008).
Selain itu, kata Tjahjo, cawapres yang akan dipilih harus memiliki komitmen dalam reformasi birokrasi, mengentaskan kemiskinan-pengangguran dan pemberantasan korupsi.
Hingga saat ini, kata Tjahjo, PDIP belum memiliki keputusan final atas sejumlah kandidat yang telah disurvei. Hasil survei yang menghasilkan sejumlah nama akan dijadikan pertimbangan penting, selain juga survei-survei lembaga independen.
Namun tidak hanya itu saja. PDIP juga akan melihat ke depan dalam membangun sistem pemerintahan presidentiil yg kuat. Salah satunya dengan melihat wacana-wacana koalisi parpol di DPR.
"Hal ini sangat dibutuhkan Ibu Megawati. Dukungan koalisi parpol di DPR ini penting, agar setiap keputusan politik pemerintah dikontrol oleh DPR dengan efektif. Dengan demikian, penentuan cawapres juga harus mempertimbangkan berbagai aspek ini," jelas Tjahjo.
Sebagian besar parpol menunggu hasil pemilu untuk bargaining posisi dalam penentuan capres dan cawapres. "Ini wajar dalam politik. PDI Perjuangan dan Ibu Mega tidak mau tergesa-gesa dan ingin cermat dalam menentukan cawapres," kata Tjahjo. (asy/djo)











































