Oleh produsennya -PT Royal Mount Traders- kapal cepat itu dipromosikan mampu melejit dengan kecepatan 140 knots. Untuk membuktikan klaim tersebut, KSAL Tedjo Edhy mengajak sejumlah wartawan melakukan uji coba langsung, Jumat (12/12/2008).
Rupanya orang nomor satu di TNI AL itu sangat ingin tahu kehandalan kapal, sampai-sampai mendapingi langsung nakhoda kapal. Barangkali karena Si Nahkoda menjadi grogi, akibatnya ketika hendak meluncuk kapal yang dikemudikannya menabrak satu tiang dermaga.
Gubrak.... krak...krak... Tiang di Dermaga One, Ancol, Jakarta, tersebut hancur tertabrak.
Untung saja tidak penumpang jatuh ke laut, dan kapal tidak mengalami kerusakan satu apa pun. Maka seketika kapal yang rencananya dipergunakan Denjaka (TNI AL), Gultor (TNI AD) dan Denbravo (TNI AU) meluncur ke laut lepas.
Apa daya baru beberapa menit meninggalkan dermaga, kapal kembali ngotot. Rupanya baling-baling kapal yang lincah bermanuver di tengah gulungan ombak itu tersangkut lumpur akibat dangkalnya perairan.
(mok/lh)











































