PBNU: Warga Madura Harus Patuhi Putusan MK

Jelang Coblosan Ulang Pilgub Jatim

PBNU: Warga Madura Harus Patuhi Putusan MK

- detikNews
Jumat, 12 Des 2008 16:10 WIB
Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta warganya di Madura tidak menentang putusan MK tentang Pilgub Jatim. Warga NU juga dilarang keras terlibat berbagai gerakan pemutarbalikan opini terhadap kasus tersebut.

"Seluruh warga NU di Jatim dan khususnya Madura hendaknya mewaspadai upaya-upaya sistematis membalik opini masyarakat dengan menyalahkan MK dan membenarkan kecurangan.  Mulai dari wacana, gerakan sampai demo," kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dalam rilisnya yang diterima detikcom, Jumat (12/12/2008) sore.

Hasyim juga mengingatkat warga Madura mewaspadai praktek adu domba dengan putusan MK, apalagi sampai tersinggung. Sebab, yang bersalah bukanlah masyarakat, tapi beberapa gelintir orang yang takut kalah sehingga berbuat kecurangan dan tega nama baik Madura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di dalam rilis tersebut dijelaskan, gerakan pembalikan opini akan merugikan masyarakat sendiri dan malah membenarkan kecurangan yang terjadi. Bahkan seharusnya MK diberi dukungan sebab putusan yang dijatuhkan tak sekedar perkara menghitung selisih suara, melainkan kejujuran dan kedalian.

"Keputusan MK sudah tepat dan benar sesuai dengan aturan hukum dan konstitusi. Jadi kepentingan keputusan MK bukan hanya untuk Pilgub Jatim saja, tapi juga skala nasional," tegasnya.


(zal/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini