Rumsfeld Bertanggung Jawab Atas Kekerasan di Penjara AS

Rumsfeld Bertanggung Jawab Atas Kekerasan di Penjara AS

- detikNews
Jumat, 12 Des 2008 14:59 WIB
Rumsfeld Bertanggung Jawab Atas Kekerasan di Penjara AS
Washington - Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) AS Donald Rumsfeld dituding bertanggung jawab atas penyiksaan para tahanan di penjara-penjara AS.

Demikian menurut laporan Senat bipartisan yang dirilis Kamis, 11 Desember waktu setempat seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (12/12/2008).

"Otorisasi Rumsfeld atas teknik interogasi kasar untuk digunakan di Teluk Guantanamo merupakan penyebab langsung penganiayaan tahanan di sana," demikian bunyi laporan tersebut.

Diimbuhkan bahwa otorisasi Rumsfeld itu juga menyebabkan pemakaian teknik kasar oleh personel AS di penjara Abu Ghraib, Irak dan di Afghanistan.

"Kekerasan terjadap para tahanan di Abu Ghraib pada akhir 2003 tidak semata-mata akibat beberapa tentara yang bertindak atas kemauan mereka sendiri," demikian bunyi laporan tersebut.

Dalam laporan itu disebutkan, Rumsfeld mengizinkan teknik interogasi kasar pada 2 Desember 2002 di penjara Guantanamo, Kuba. Meski kemudian, Rumsfeld mencabut keputusannya itu.

"Pesan dari pejabat-pejabat tinggi jelas, bahwa dibolehkan menggunakan teknik kasar dan rendah terhadap para tahanan," cetus Senator Carl Levin, seorang Demokrat yang mengepalai Komite Dinas Bersenjata Senat AS yang membuat laporan tersebut.

Komite tersebut memfokuskan investigasinya pada penggunaan teknik-teknik interogasi kontroversial oleh Departemen Pertahanan AS. Termasuk menelanjangi dengan paksa, membuat tahanan kurang tidur dan teknik lainnya.

Dalam laporan itu disebutkan, selain Rumsfeld, pejabat-pejabat pemerintahan Presiden George W. Bush lainnya juga bersalah karena telah menciptakan iklim legal dan moral yang menyebabkan tindak kekerasan terhadap para tahanan. (ita/iy)


Berita Terkait