"Kita akan kerahkan seluruh kekuatan untuk segera menangkap pelaku yang masih kabur. Kasus ini benar-benar membuat banyak orang, terutama warga kota Bukittinggi geram dan minta pelaku dihukum berat," ujar Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi, AKP Andi Sentosa, kepada detikcom melalui telepon, Jumat (12/12/2008)
Menurut Andi, dari sembilan pelaku yang berhasil ditangkap dan kini mendekam di tahanan Mapolresta Bukittinggi, satu di antaranya tercatat sebagai siswa Madrasah Ibtidaiyah di kota tersebut berinisial JF (15). Pelaku lainnya lainnya, Indra Hardi (23) berprofesi sebagai sopir, Riko (22) pedagang, Ismail (22) sopir, Sikuca (22) sopir, Syawal alias Hendra (22) kenek bus, Danil (22) petani, Bayan (22) kenek bus, dan HK (16).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Andi, peristiwa penyekapan dan pemerkosaan itu terjadi 30 November hingga 4 Desember lalu di sejumlah tempat. Kejadian berawal saat korban lari dari rumah dan menumpang angkot (angkutan kota) yang dikemudikan pelaku Indra Hardi (23) pada 30 November lalu. Pelaku membawa korban berputar-putar kota Bukittinggi dan memberinya minuman keras sampai mabuk. Setelah itu, korban dibawa ke sebuah lapangan di daerah Kamang dan memperkosanya hingga 4 kali.
Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, Indra membawa korban ke rumahnya dan menelpon Riko (22), pelaku lainnya untuk datang. Demikian seterusnya selama empat hari korban disekap. Terakhir Bunga diperkosa di atas sebuah bus yang sedang mangkal di depan rumah makan di Bukittinggi. Saat itu, korban juga diperkosa oleh dua remaja pria. Korban dilepas kembali ke rumahnya setelah 13 pria bermoral bejat itu melampiaskan nafsu setannya.
"Ketika diminta keterangan kemarin kondisi fisik korban secara kasat mata sehat. Namun, secara psikologis dia terlihat sangat terguncang dan harus selalu didampingi orangtuanya," tukas Andi Sentosa. (yon/djo)











































