"Pagi ini setelah situs detikcom menampilkan berita, dia (Muqowam) menelepon saya dengan nomor 0838-826-xxxx mengatakan minta ketemu. Saya sangat sedih sekali, kenapa harus seperti ini nasib saya dipermainkan oleh anggota dewan yang terhormat yang notabene masih suami saya," kata Paulina kepada detikcom, Jumat (12/12/2008).
Paulina juga mengaku telah membeberkan kasus yang dialaminya kepada DPR dan lembaga lain. Dia telah mengirimkan surat mengenai hal ini kepada Ketua DPR RI, Ketua Fraksi PPP di DPR RI, Sekretaris Negara (Sekneg), Komisi V DPR RI, Komisi III DPR RI, KOMNAS HAM, dan Ketua KPU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dua bulan lalu, kisah kasih di antara keduanya mulai bermasalah. Bahkan, menurut Paulina, Muqowam menghilang begitu saja, nomor teleponnya tidak bisa dihubungi.
Bagi Paulina, sudah terlambat bagi Muqowwam untuk berencana menemui dirinya. "Semua sudah terlambat, saya sudah merasa diperlakukan hina dan dan hati saya sudah amat sangat terluka," kata dia.
Paulina juga bertekad untuk mengungkap semua fakta dan juga pemalsuan identitas Akhmad Muqowam yang mengaku jejaka saat menikahinya. "Saya punya bukti, saksi, bukan isu atau fitnah, saya tidak ada kepentingan apapun dengan dunia politik, yang ada di dalam hati saya hanyalah upaya untuk mendapatkan keadilan atas nasib saya," tegas dia.
Yang membuat sangat sedih, kata Paulina, ketika pada Oktober 2008, setelah dirinya menjalani operani saluran kandung kemih di RS Pusat Pertamina. "Tidak sekali pun saya dijenguk oleh Akhmad Muqowwam yang saat itu berstatus suami saya," ujar dia.
Hingga saat ini Achmad Muqowam belum mau bicara mengenai kasus ini. Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz menilai bahwa pria yang melakukan pernikahan dengan seorang perempuan di dalam foto-foto itu memang sangat mirip Muqowam. (asy/gah)











































