"Ada kenangan khsusus. Kenangan itu bagaimana beliau itu diplomat artinya dengan tenang, apapun suasananya, tetap pada suhu yang sopan, saya mengikuti beberapa pembicaraan sangat tidak pernah membuat suatu ketegangan," ujar JK usai menghadiri acara Hipmi di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2003).
JK mengatakan, diplomasi memerlukan jaringan, pengetahuan yang luas, dan mendahulukan kepentingan nasional. Dan Ali alatas mempunyai semua itu.
Terhadap adanya beberapa pihak yang menyalahkan Ali Alatas terkait lepasnya provinsi Timor Timur, JK mengatakan Ali tidak bersalah.
"Justru tidak. Dalam sejarah yang ditulis itu, justru beliau tidak tahu upaya referendum itu. Mungkin koordinasinya tidak terlalu bagus. Mungkin pada saat itu saya juga tidak tahu. Beliau sendiri mengatakan tidak tahu soal itu," tegas JK.
Usai menghadiri acara Hipmi ini, JK yang mengenakan batik warna hitam itu melayat Ali Alatas. Namun, JK hanya beberapa menit saja berada di rumah duka yang terletak di Jl Benda No 19, Jakarta Selatan (Jaksel). (irw/gah)











































