"Bangsa Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Beliau adalah diplomat, tokoh, pendidik, dan negarawan yang sangat kita cintai. Yang dihormati dan disegani bukan hanya di Indonesia saja, melainkan di dunia," kata SBY dalam jumpa pers usai melayat di rumah duka, Jl Benda No 19, Jeruk Purut, Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (11/12/2008).
Turut dalam jumpa pers tersebut Ibu Ani Bambang Yudhoyono, sejumlah menteri kabinet Indonesia Bersatu (KIB), dan keluarga almarhum. Mata SBY pun tampak berkaca-kaca saat mengenang Ali Alatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama beliau jadi Watimpres, beliau tekun, sabar, menyampaikan pendapat-pendapat yang positif, tidak pernah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya," jelasnya.
Misalnya, sebut SBY, pada saat terjadi gesekan antara Indonesia dan Malaysia Ali Alatas memberi masukan dengan cerdas melalui pendekatan kultural, bukan politis.
Pada kesempatan melayat tersebut, SBY dan sejumlah menteri juga ikut menyalatkan jenazah Ali Alatas. Salat jenazah dipimpin oleh Arief Rachman. (irw/gah)










































