Emil seharusnya menjadi pembicara di Seminar Internasional Alfred Russel Wallace yang digelar di Hotel Imperial Aryaduta, Makassar, Kamis (11/12/2008). Namun, setibanya di hotel itu, Emil terpaksa harus kembali ke Jakarta untuk menjemput jenazah Ali Alatas di Cengkareng.
Emil yang ditemui detikcom di Hotel Imperial Aryaduta Makassar merasa sangat berkabung atas berpulangnya putra terbaik Indonesia yang unggul dalam bidang diplomasi. Ali Alatas di mata Emil Salim adalah sosok diplomat yang sopan dan mampu mengharumkan nama Indonesia ketika menjadi utusan RI di PBB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emil juga mengagumi Ali Alatas yang bisa memberi pertimbangan obyektif kepada Presiden Habibie dalam kasus Timor Timur. "Saya mengenal Ali sejak masih menjadi sekretaris Adam Malik ketika menjadi masih menjadi Menteri Luar Negeri," ungkap Emil.
Jenazah Ali Alatas sendiri sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 18.00 WIB, setelah diterbangkan dari Singapura dengan pesawat Garuda. Rencananya, malam ini jenazah akan segera dibawa ke rumah duka di Kemang Selatan, Jakarta Selatan. Jumat (12/12/2008), jenazah Ali Alatas akan dimakamkan di TMP Kalibata. (mna/asy)











































