Namun dari penelusuran detikcom di kawasan tersebut, nama perempuan bernama Siti cukup banyak. Tidak ada satu pun Siti yang mengaku memperoleh harta warisan mendadak dari orang tak dikenal.
Seorang petugas kantor Desa Sidaharja kepada detikcom mengatakan, jika kabar itu ada, dirinya pasti sudah mendengar. "Kalau memang ada, harusnya sudah heboh kali ya," kata petugas itu, Kamis (11/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wah nggak ada tuh. Tapi nanti kita cari tahu deh," kata intel tersebut saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, penelusuran detikcom di Jember juga nihil. Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ikhsan yang konon dikelola oleh Kiai Muhammad Ismail Jailani, kiai yang memberi warisan kepada Siti, ternyata sudah tidak eksis lagi.
Apakah hasil penelusuran ini semakin memperkuat bahwa harta warisan Siti itu fiktif? Masih misterius. (ken/asy)











































