"Sekarang ini 80 persen parlemen adalah perampok. Hanya 10-30 persen yang memperhatikan kepentingan rakyat. Oleh karena itu rakyat harus aktif, tidak cukup mengandalkan pemerintah dan DPR. Karena kalau dibiarkan terus menerus Indonesia akan hancur," ujar Daniel dalam diskusi bertajuk 'Mengapa Ekonomi Indonesia Rapuh, Apa yang Salah?' di Restoran Kembang Goela, Plasa Sentral, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (11/12/2008).
Menurut caleg nomor 2 dari daerah pemilihan (dapil) Jakarta Barat/Utara ini, dirinya memiliki kawan di DPR yang menjadi bagian dari minoritas yang bersih. Kawannya itu tahu betul bagaimana kondisi dunia perampokan di DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Dewan Syuro PKB Lily Wahid. Menurut adik kandung Gus Dur ini, para anggota Dewan tidak memiliki empati kepada rakyat.
"Mereka (anggota DPR) sibuk dengan urusan mereka sendiri-sendiri. Bagaimana nggak merampok, nggak ngapa-ngapain aja digaji. Malah mensahkan undang-undang yang tidak memihak rakyat, seperti UU Migas. Itu sangat merugikan rakyat," katanya bersemangat. (sho/nrl)











































