Rombongan yang akan menempuh perjalanan ritual Tapa Brata Ngulandoro (bertapa dengan cara berkelana - red) itu dipimpin oleh Arisman HS yang juga ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia. Empat orang lainnya Cipto Suwarno, Karjiyo, Ratna Nuryaningsih dan Subardi yang semuanya warga Jl Srandakan Km 7, Triharjo Kecamatan Pandak.
Rombongan berangkat dari halaman Istana Negara Gedung Yogyakarta menuju Istana Negara Jakarta. Direncanakan rombongan akan tiba di Jakarta tanggal 4 Januari 2009. Hal itu bertepatan dengan peringatan pindahnya ibukota RI dari Jakarta ke Yogyakarta, 4 Januari 1946.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuannya kita agar dapat bertemu presiden untuk meminta pemerintah segera mengesahkan RUUK yang sampai sekarang belum selesai dibahas di DPR," kata Arisman.
Selain meminta RUUK segera diselesaikan kata dia, pihaknya menginginkan agar warga Yogyakarta bisa ikhlas atau legawa jika Sultan hendak maju mencalonkan diri dalam pilpres 2009. "Kita juga berharap pemilu mendatang juga aman dan tertib," katanya.
Menurut Arisman, rombongan hanya berbekal gula Jawa untuk menambah energi stamina selama perjalanan. Rombongan juga tidak khawatir mengenai tempat beristirahat.
"Istirahat bisa dilakukan di masjid, kantor polisi atau Koramil. Kalau tidak beristirahat di rumah teman-teman sesama perangkat desa. Kita juga membawa surat jalan. Tidak tergesa-gesa, yang penting sampai tujuan selamat. Sehari bisa menempuh 60 - 80 km, tergantung kondisi," katanya.
Saat berjalan rombongan hanya mengenakan kaos olahraga membawa tas ransel berisi bekal dan pakaian. Mereka mengenakan kaos bergambar Sultan. Rombongan membawa bendera merah putih serta membawa handphone untuk berkomunikasi selama perjalanan. (bgs/djo)










































