Korban Mutilasi Muara Gembong Diduga WNA

Korban Mutilasi Muara Gembong Diduga WNA

- detikNews
Kamis, 11 Des 2008 11:24 WIB
Jakarta - Identitas korban mutilasi Muara Gembung, Bekasi masih belum jelas. Namun dari postur tubuhnya, polisi menduga korban merupakan warga negara asing (WNA).

"Orang luar. Warga negara asing. Dilihat dari postur tubuh dan warna kulitnya," ujar Kapolres Kabupaten Bekasi AKBP Herri Wibowo kepada detikcom, Kamis (11/12/2008).

Herri mengatakan, sampai saat ini belum ada satu pun keluarga yang melapor ke polisi kehilangan sanak saudaranya. Padahal sejak awal, call centre sudah dibuka. Tes DNA dan golongan darah korban sudah diambil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada satu pun yang melapor ada kehilangan keluarganya. Nggak ada yang nelepon ke kita. Setelah kita cek pengamatan di lapangan, korban bukan orang wilayah Jabodetabek," katanya.

Polisi sudah menelusuri sejumlah cottage di pulau-pulau di daerah sekitar Bekasi, tidak ada tamu orang asing yang diketahui hilang. Bahkan polisi juga sudah bekerjasama dengan travel-travel dan pihak imigrasi, namun identitas korban masih nihil.

"Bisa jadi orang asing yang bekerja di sini. Ada masalah pribadi terus dihabisi dan dieksekusi, bukan di cottager tapi di malam hari di pinggir pantai," jelasnya.

Menurut Herri, kepolisian masih sulit membuat sketsa korban karena tidak mempunyai ciri-ciri khusus. Bahkan kepala dan tangan korban juga belum ditemukan hingga kini.

"Kita mau buat sketsa juga nggak bisa. Tingkat kesulitannya berbeda dengan mutilasi yang istri bunuh suaminya itu. Itukan ada ciri-ciri tatonya," tegasnya.

Mayat korban ditemukan dalam sebuah koper di perairan Muara Gembong pada Rabu 26 November. Koper itu tersangkut di bagang (alat penangkap ikan), sekitar 0,5 mil dari bibir Pantai Bendera, Desa Pantai Bakti.

Korban diperkirakan berusia 40 tahun dengan tinggi badan 165 cm dan berat 65 kg. (gus/iy)



Berita Terkait