Panitia Sangkal Jika Dianggap Menelantarkan

Korban Lumpur Lapindo Telantar

Panitia Sangkal Jika Dianggap Menelantarkan

- detikNews
Kamis, 11 Des 2008 06:25 WIB
Panitia Sangkal Jika Dianggap Menelantarkan
Jakarta - Sekitar 380 orang korban lumpur Lapindo telantar di Jakarta. Mereka terpaksa tidur di luar Masjid Istiqlal karena tidak mendapat izin masuk. Panitia yang membawa mereka ke Jakarta menyangkal jika dianggap telah menelantarkan.

Dalam surat elektroniknya kepada detikcom, Hermawan Some, seorang panitia, mengatakan kalau kedatangan korban-korban ini untuk mengikuti sebuah acara.

"Ke Jakarta bertujuan untuk mengikuti survivor manusia lumpur Dadang Christanto dan Urban Poor Linkage (Uplink) Indonesia," kata Hermawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka memang warga yang tempat tinggalnya berada di luar peta musibah lumpur Lapindo. Rencananya, 380 orang itu memang akan menginap di Istiqal dan baru kembali ke Surabaya dengan menggunakan kereta api pada 11 Desember.

Menurut Hermawan, setelah makan malam di di Tugu Proklamasi, para korban diharuskan kembali ke Masjid Istiqlal. Sesampainya di masjid, petugas keamanan tidak memperbolehkan mereka masuk.

"Panitia dan perwakilan warga terus berusaha negosiasi agar warga bisa menginap di Masjid Istiqlal," jelas Hermawan.

Karena belum ada kepastian, pukul 22.00 WIB, panitia memutuskan untuk membawa warga menginap di kantor YLBHI dan Kontras. Sayangnya tidak semua warga bisa diangkut ke tempat ini, alhasil sebagian besar warga terpaksa 'ngemper' di pelataran masjid.

"Karena angkutan yang tersisa hanya tiga metromini, maka tidak semua warga bisa sekaligus dibawa ke YLBHI dan Kontras," kilahnya,

(mok/alf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads