Dalam surat elektroniknya kepada detikcom, Hermawan Some, seorang panitia, mengatakan kalau kedatangan korban-korban ini untuk mengikuti sebuah acara.
"Ke Jakarta bertujuan untuk mengikuti survivor manusia lumpur Dadang Christanto dan Urban Poor Linkage (Uplink) Indonesia," kata Hermawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hermawan, setelah makan malam di di Tugu Proklamasi, para korban diharuskan kembali ke Masjid Istiqlal. Sesampainya di masjid, petugas keamanan tidak memperbolehkan mereka masuk.
"Panitia dan perwakilan warga terus berusaha negosiasi agar warga bisa menginap di Masjid Istiqlal," jelas Hermawan.
Karena belum ada kepastian, pukul 22.00 WIB, panitia memutuskan untuk membawa warga menginap di kantor YLBHI dan Kontras. Sayangnya tidak semua warga bisa diangkut ke tempat ini, alhasil sebagian besar warga terpaksa 'ngemper' di pelataran masjid.
"Karena angkutan yang tersisa hanya tiga metromini, maka tidak semua warga bisa sekaligus dibawa ke YLBHI dan Kontras," kilahnya,
(mok/alf)











































