Utara (Sumut) akhirnya tewas setelah dihajar massa. Sementara itu, rekan korban, Bukti Purba (48) saat ini kondisinya masih kritis.
Keterangan yang diperoleh menyebutkan, Kopral Kepala Hiras Sihombing (45) dikeroyok ramai-ramai pada Selasa 9 Desember lalu setelah terlibat perselisihan dengan warga di Desa Sugihen, Kecamatan Dolok Rakyat, Karo. Perselisihan ini dipicu dugaan pencurian ternak.
Cekcok ini diakhiri dengan pengeroyokan terhadap Hiras dan Purba. Hiras sempat dirawat di RSU Kabanjahe, namun kemudian meninggal dunia pada Rabu (10/12/2008). Jenazah Hiras dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi, Jalan HM Yamin, Medan, untuk diotopsi. Kasusnya saat ini masih dalam penyelidikan Kepolisian Resort (Polres) Karo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengenai penanganan kasusnya, kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk melakukan pengusutan," ujar Prinaldi.
Hingga saat ini, Polres Tanah Karo belum menetapkan tersangka pelakuย pengeroyokan. Namun sejumlah warga desa telah dimintai keterangan sebagai saksi. Selain itu, polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor BK 5334 FI serta sejumlah balok kayu dan bambu yang diduga dipergunakan untuk memukul korban. (rul/mok)











































