"Kebanyakan ibu-ibu Mas. Lebih dari separuh. Kalau anaknya ada sekitar 16 orang kecil-kecil," kata seorang warga Ibu An saat dihubungi detikcom, Rabu (10/12/2008).
Kondisi ini tentunya sangat mengenaskan. Apalagi ketika sebelum diboyong ke YLBHI mereka harus 'ngemper' dulu di depan Istiqlal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberangkatan warga dari Desa Siring Barat, Desa Glagah Harum, Permisan, dan Gempolsari tanpa persiapan yang mumpuni. Maklum saja, LSM yang membawa mereka ke sini sudah berjanji akan menanggung semua kebutuhan mereka.
"Ditanggung oleh LSM Romo cendekia," katanya.
Belum ada agenda rencana yang akan mereka lakukan besok. Sementara itu, sang koordinator Jarot menyangkal mereka telantar.
"Itu cuma miskoordinasi," ujarnya singkat lalu menutup teleponnya.
Sementara itu, Ibu An mengatakan beberapa bus metromini sudah menjemput warga untuk menginap di Kantor YLBHI. Sementara dia sendiri tetap bertahan karena menunggu kerabat yang akan menjemputnya.
(gah/mok)











































