Prabowo: Pemerintah Keliru Terapkan Kebijakan Pupuk

Prabowo: Pemerintah Keliru Terapkan Kebijakan Pupuk

- detikNews
Rabu, 10 Des 2008 18:30 WIB
Prabowo: Pemerintah Keliru Terapkan Kebijakan Pupuk
Yogyakarta - Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Prabowo Subianto menegaskan pemerintah keliru menerapkan kebijakan pendistribusian pupuk melalui pedagang. Akibatnya petani yang menjadi korban karena pupuk bersubsidi hilang di pasaran.

"Kasus kelangkaan pupuk, kita sudah teriak lama tapi tidak pernah didengar," kata Prabowo usai acara kampanye dialogis Capres RI dengan Capres Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) di Gedung University club (UC) Bulaksumur, Rabu (10/12/2008).

Menurut Capres Partai Gerindra ini, kebijakan yang diambil pemerintah dalam distribusi pupuk keliru. Selama beberapa tahun terakhir ini, HKTI telah berbicara masalah tersebut, namun kenyataannya tidak pernah dengar.

"Semua pemimpin mengatakan distribusi pupuk sudah baik, padahal kenyataan di lapangan pupuk langka dan tidak ada di pasaran. Petani yang menjadi korban," katanya.

Dia mengatakan kelangkaan pupuk di daerah akibat diselundupkan keluar oleh pedagang. Akibatnya saat terjadi kelangkaan pada musim tanam, petani sudah kehabisan akal dan kesabaran sehingga terjadi aksi para petani menghadang truk dan membongkar gudang pupuk di daerah-daerah.

"Sekarang ini kan ketemu, pupuk yang hilang di pasaran itu ternyata ada di Tanjung Priok, di Kalimantan. Pupuk kita ternyata diseludupkan keluar," ujarnya.

Prabowo mengimbau sebaiknya pupuk tidak didistribusikan lagi ke pedagang. Sebaliknya didistribusikan lewat BUMN yang kemudian disalurkan langsung ke kabupaten-kabupaten. Selanjutnya kabupaten menyebarkan ke kecamatan dan dari Kecamatan lalu didistribusikan ke desa-desa.

"Karena bupati yang paling tahu rakyatnya dan daerahnya, camat paling tahu kecamatannya, kepala desa paling tahu desanya, berapa jumlah sawah yang membutuhkan pupuk. Jadi saya kira, kita berdayakanlah sistem pemerintahan yang ada," pungkas dia. (bgs/djo)


Berita Terkait