Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (10/12/2008). Kenapa keduanya bisa tenggelam? Saat pulang sekolah, tiga sekawan, Fajarrudin (kelas 1 SMK Swasta di Pondok Kopi), Prabowo (Kelas 2 SMKN 5 Kebon Sareh) dan satu temannya Saiful (15) bermain di BKT Kampung Pulo, Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur.
Prabowo dan Fajarrudin mencebur ke air. Namun, Saiful tidak ikut bermain karena tidak dapat berenang. Saiful hanya melihat kedua temannya bermain air di proyek anti banjir tersebut.
"Saat saya perhatikan, lama kelamaan keduanya nggak kelihatan. Saya langsung teriak minta tolong," kata Saiful di lokasi kejadian, Rabu (10/12/2008).
Sontak, warga langsung menolong. Tetapi kedua korban keburu tenggelam dan tidak terlihat. Butuh waktu 3 jam untuk dapat menolong keduanya yang telah menjadi jenazah.
"Soalnya dalam. Bisa sampai 5 meter. Jam 15.00 WIB baru bisa ditolong tapi sudah meninggal," ucap salah satu warga, Halim.
Warga sekitar menyayangkan minimnya rambu petunjuk bahaya pada kawasan tersebut. Selain itu tidak ada pagar pembatas yang dapat menghindari anak kecil dan pemuda berenang di area tersebut. "Harusnya pekerja proyek memberi pagar biar nggak banyak yang tergiur berenang dan mati," usul Halim. (Ari/asy)











































