Balada Tiga Effendi di Pansus Orang Hilang

Balada Tiga Effendi di Pansus Orang Hilang

- detikNews
Rabu, 10 Des 2008 17:30 WIB
Balada Tiga Effendi di Pansus Orang Hilang
Jakarta - Rapat Kerja perdana Pansus Orang Hilang tidak berjalan mulus. Ada kisah tidak mengenakkan yang melibatkan tiga nama Effendi. Tiga nama ini menorehkan balada tersendiri.  

Apa hubungannya Pansus Orang hilang dengan tiga nama Effendi? Jawabannya, dalam Pansus tersebut terdapat dua nama anggota DPR yang masing-masing punya nama Effendi. Mereka adalah Politisi PDIP Effendi Simbolon, politisi Golkar Slamet Effendi Yusuf, dan satu lagi Effendi 'penyusup'. Dia adalah Jampidsus Marwan Effendi yang hadir mewakili Jaksa Agung dalam rapat di DPR hari ini.

Secara kebetulan, ketiga Effendi tersebut, Rabu (10/12/2008) siang ini menghasilkan sebuah kisah yang tidak mengenakkan. Si Effendi 'penyusup' diancam diusir oleh Effendi Simbolon yang notabene adalah Ketua Pansus lantaran menganggap rekannya, Slamet Effendi Yusuf dilecehkan. Dari sini kisah dimulai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marwan Effendi dianggap Effendi Simbolon telah melecehkan Slamet Effendi Yusuf lantaran Marwan Effendi menjawab pertanyaan Slamet Effendi Yusuf dengan menggerak-gerakkan tangannya. Ditambah pula, saat menjawab pertanyaan, Marwan Effendi tanpa menatap sang penanya.

Kalimat tidak patut pun keluar dari mulut Effendi Simbolon. "Ini bukan rapat dinas kejaksaan. Ini rapat DPR. Bicara ke Pak Slamet, pandang wajahnya, jangan tangannya begini-begini. Karena mungkin biasa sama terdakwa begitu. Saya minta dengan sopan, pandang wajahnya.  Kalau nggak saya suruh keluar kamu!" ancam Effendi Simbolon.

Sebagai seorang tamu, Marwan Effendi sebenarnya telah mencoba untuk menjelaskan ketidakhadiran bosnya, Hendarman Supandji lantaran sedang mendampingi SBY untuk sebuah acara di Bali. Namun permintaan pemahaman ini dijawab dengan ketusan.

"Tolong pak, jangan pakai kata harus (memahami). Kami nggak wajib memahami apa yang kalian alami. Kau kerjakan saja, kasih penjelasan," kata Effendi Simbolon dengan nada tinggi.

Sang penanya, Slamet Effendi Yusuf juga sepertinya 'tidak rela', Marwan Effendi menggantikan Hendarman.

"Beda pak, terus terang saja kalau jaksa agung sebagai penyidik, penuntut, itu dia satu pak. Tapi kalau jaksa agung sebagai pembantu presiden, beda dengan bapak yang hadir di sini," kata Slamet Effendi.

Begitulah, akhirnya ketiga Effendi ini menghasilkan sesuatu yang tidak patut di rapat perdana Pansus Orang Hilang di DPR.
(anw/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads