"Rencana kita juga akan memanggil para pengusaha tempat hiburan," ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iriawan seusai jumpa pers di Mapolda Metro, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2008).
Menurut Iriawan, pihaknya akan terus melakukan operasi tersebut untuk mencegah perdagangan manusia yang semakin marak. Tidak hanya itu, polisi juga akan menindak tegas kegiatan seks yang terselubung tidak hanya ke tempat-tempat hiburan saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka kemudian terbelit utang kepada penyalur. Mereka kan ke sini dimodali penyalur. Mereka tak mampu bayar akhirnya terpaksa menjadi pekerja seks," kata dia.
Para pekerja seks ini kebanyakan berasal dari luar Jakarta. Beberapa di antaranya berasal dari Indramayu, Cirebon, Garut, Tasik, dan lain-lain.
Selama sepekan terakhir, Polda Metro menjaring ratusan pekerja spa dari beberapa tempat-tempat hiburan yang berbeda-beda.
Sedikitnya 11 tempat hiburan digerebek dalam operasi tersebut. Dari 13 target sasaran yang ditetapkan Kapolri, Polda Metro sudah mengantongi 11 tempat yang diduga sering dijadikan seks terselubung.
Lalu bagaimana dengan para wanita pekerja spa? "Kami akan kembalikan mereka ke panti sosial dan kampungnya masing-masing," ujar dia.
Diskusi mengenai hal ini, ikuti: Pro dan Kontra! (mei/asy)











































