"Tentunya ini merugikan kami sebagai pengusaha, karena pengunjung berkurang. Kami akan bertemu Gubernur untuk membahas ini," ujar Ketua Perhimpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum, Adrian Maulite, melalui telepon, Rabu (10/12/2008).
Adrian membantah bahwa tempat-tempat hiburan memperjual belikan wanita. Menurutnya, para wanita tersebut adalah pekerja yang bekerja atas kesadaran dan kemauannya sendiri tanpa paksaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian dia mendukung langkah polisi mencegah tindak prostitusi dan trafficking. Namun upaya tersebut dikatakannya, jangan sampai membuat masyarakat luas bingung.
"Ini dalam rangka apa? Kalau bicara hukum, tentu ada TKP. Jangan sampai membuat masyarakat bingung," katanya.
(mei/lh)











































