Ratusan Aktivis di Yogya Turun ke Jalan Peringati Hari HAM

Ratusan Aktivis di Yogya Turun ke Jalan Peringati Hari HAM

- detikNews
Rabu, 10 Des 2008 14:19 WIB
Ratusan Aktivis di Yogya Turun ke Jalan Peringati Hari HAM
Yogyakarta - Ratusan aktivis mahasiswa dan LSM di Yogyakarta turun ke jalan memperingati hari HAM. Mereka menuntut pemerintah membatalkan SKB 4 menteri dan menghentikan eksploitasi buruh perempuan.

Aksi dilakukan di tengah hujan gerimis yang terus mengguyur tanpa henti di wilayah Yogyakarta sejak pagi hingga siang hari, Rabu (10/12/2008). Aksi massa digelar di beberapa tempat di pusat kota pelajar.

Aksi pertama dilakukan puluhan aktivis perempuan yang tergabung dalam aliansi We Can Campaign Indonesia di Plaza Monumen Serangan Oemoem (SO) 1 Maret, Jl Ahmad Yani. Aksi kedua digelar oleh Komite Rakyat Bersatu (KRB) dari Tugu Yogyakarta di Jl Mangkubumi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi di Monumen SO 1 Maret itu diikuti oleh kaum buruh perempuan. Sebagian peserta ada yang membawa anak-anak mereka yang masih balita. Hujan deras tidak menyurutkan niat dan semangat mereka untuk berdemo. Dengan mengenakan mantel hujan yang terbuat dari plastik tipis dan payung, mereka mengikuti aksi hingga selesai.

Poster dan spanduk dibentangkan di depan barisan massa. Beberapa di antaranya bertuliskan, 'stop kekerasan terhadap buruh perempuan, tolak eksploitasi buruh, perjuangkan hak-hak perempuan, tolak dan batalkan SKB 4 menteri dan nasionalisasi aset asing.' Dalam aksi itu massa juga menyanyikan lagu "Bagimu Negeri, Ibu Kartini dan Darah Juang."

Koordinator aksi KRB, Muhammad Iron dalam orasinya mengingatkan agar rakyat tidak terbuai oleh janji-janji manis para elit politik menjelang pemilu 2009. Mereka berlomba-lomba menebar berbagai janji untuk mensejahterakan rakyat. Namun nyatanya janji itu tak pernah terbukti.

"Ingat janji itu tak pernah ada buktinya. Peserta pemilu 2009 semuanya antek imperalisme. Pemilu 2009 pemilunya para pelanggar HAM seperti Prabowo dengan Partai Gerindra dan Wiranto dengan Partai Hanura serta partainya para reformis gadungan," kata Iron. (bgs/djo)


Berita Terkait