Kopi Terakhir di Sungai Buaran

Kopi Terakhir di Sungai Buaran

- detikNews
Rabu, 10 Des 2008 12:28 WIB
Jakarta - Mendung belum beranjak benar dari cakrawala saat Saman (32) menyeduh kopi menu sarapannya. Pagi ini ia ditemani Fitria (8), putrinya yang putus sekolah gara-gara terlilit kemiskinan.

Saman dalah satu satu dari 2000-an jiwa yang berlindung dari terpaan angin dan lebatnya guyuran hujan di sepanjang bantaran sungai Buaran, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

"Biasa, mau mulung di Kali Malang," tuturnya seraya menyeruput kopi kepada detikcom, Rabu (10/12/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak dinyana, kopi panas plus pisang goreng tersebut merupakan sarapan terakhir di "istananya". Saman tak menyangka hari ini akan tergusur dari rumah petak yang ditinggalinya sejak 1995 lalu.

Tak berapa lama, sekitar 1600 pria berseragam biru mendatangi kampung halaman keduanya itu. Melihat gelagat buruk itu, tanpa menghabiskan kopinya, Saman molancat menyelamatkan barang-barang berharga hasil kerja kerasnya.Β 

"TV 14 inchi ini hasil tabungan selama 10 tahun," kenangnya menahan getir.

Sementara itu, Fitria, dilarikannya ke seberang sungai. Lewat matanya yang masih berbinar mimpi, Fitri melihat kampung halamannya pelan-pelan di lindas bekc hoe.

"Nanti malam tidur dimana?"tanyanya.


(Ari/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads