Saman dalah satu satu dari 2000-an jiwa yang berlindung dari terpaan angin dan lebatnya guyuran hujan di sepanjang bantaran sungai Buaran, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
"Biasa, mau mulung di Kali Malang," tuturnya seraya menyeruput kopi kepada detikcom, Rabu (10/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak berapa lama, sekitar 1600 pria berseragam biru mendatangi kampung halaman keduanya itu. Melihat gelagat buruk itu, tanpa menghabiskan kopinya, Saman molancat menyelamatkan barang-barang berharga hasil kerja kerasnya.Β
"TV 14 inchi ini hasil tabungan selama 10 tahun," kenangnya menahan getir.
Sementara itu, Fitria, dilarikannya ke seberang sungai. Lewat matanya yang masih berbinar mimpi, Fitri melihat kampung halamannya pelan-pelan di lindas bekc hoe.
"Nanti malam tidur dimana?"tanyanya.
(Ari/lh)











































