"Saya lihat langsung para jamaah diberikan air kran kamar mandi. Saya punya bukti selang yang disalurkan ke drum air minum terus diberi es batu. Ini tidak sehat dan membahayakan. Saya langsung perintah jamaah
jangan minum air ini," kata jamaah haji asal medan, Rahmat Sampurno pada wartawan di maktab 57 Mina, Selasa (9/12/2008).
Akibat aksi ini, terjadilah adu mulut antara jamaah haji asal Medan dengan penanggung jawab Maktab dan muasasah yang datang kelokasi. Adu mulut berlangsung lama karena pihak maktab dan muasasah membantah air minum itu mentah dan diambil dari kran kamar mandi meski jelas-jelas selang yang masih terpasang di kran kamar mandi menuju dapur.
"Kami sudah membayar mahal disini. Masak hanya diberi nasi setengah matang, ikan asin potongan kecil, dan air minum kran," kata ketua Kloter 14 Iradatsyah Pasaribu.
Menangapi masalah itu, tim pengawas katering dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1429H terdiri Afif Ubaidillah dan Sri Ilham Lubis mengaku telah menghubungi Masâul (agen resmi pemerintah setempat sekaligus penanggung jawab Maktab 57 dan 56) DR Talal A Radain. Mereka minta agar kontrak yang telah disepakati agar dilaksanakan sebaik-baiknya.
"Kami akan memberikan sangsi tegas pada pengelola kalau ini benar. Untuk membuktikan kebenaran ini, kami sudah mengambil sampel air minum untuk dicek ke laboratorium," tambah Afif.
(/lh)











































